TANGERANG – Kota Tangerang yang dijuluki Kota Seribu Industri Sejuta Jasa,  ternyata menyimpan berbagai potensi. Terutama dari sektor pariwisata. Saat ini, tercatat ada 150 tempat wisata baik alam, religi, taman dan kampung tema menjadi tempat wisata pilihan masyarakat Kota Tangerang.

Sejak 28 Februari 1993 berdiri, Kota Tangerang memang telah memiliki beberapa wisata peninggalan kuno yang berada di kawasan Pasar Lama, yaitu kawasan wisata kuliner dengan perpaduan budaya Tionghoa dari kaum Cina Benteng. Di dalamnya ada beberapa tempat wisata religi yang patut dikunjungi, seperti Klenteng Boen Tek Bio, klenteng tertua di Kota Tangerang.

Tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang terus menggenjot keberadaan wisata baru. Tujuannya satu, demi tercapainya kota layak dikunjungi atau visitable. Realisasinya, tempat wisata baru dibangun. Sebut saja Kampung Bekelir yang terletak di Kelurahan Babakan, Taman Burung, Jembatan Berendeng dan Kampung Batik.

Kehadiran wisata baru tersebut nyatanya mendorong jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tangerang. Seperti dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Rizal Ridolloh menuturkan, tercatat pada tahun 2017, wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Tangerang sebanyak 1.887.470 jiwa.

Lanjutnya, jumlah tersebut diakuinya melebih target yang ditetapkan, yakni sebanyak 350.000 wisatawan. ini membuktikan Kota Tangerang telah menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat. “Ini luar biasa buat kita ya karena Kota Tangerang berhasil menjadi salah satu kota terbaik dalam pembangunan wisata,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Rizal, sudah ada 28 taman, dua kampung tema dan satu jembatan yang bisa dijadikan tempat wisata bagi wisatawan baik domestik maapun asing. Ditargetkan Pemkot Tangerang bisa membangun lebih dari 20 wisata baru tahun ini.

 

Pilihan Tempat Wisata Baru

Salah satu tempat wisata baru yang jumlah pengunjungnya terus meningkat adalah Kampung Bekelir. Kampung kumuh yang disulap menjadi kampung warna-warni ini kian menambah pesona Sungai Cisadane. Dilengkapi gambar mural atau grafiti yang mencapai 1.121 gambar sehingga terlihat indah dan menawan.

Menariknya, upaya mengubah kampung kumuh menjadi destinasi wisata tematik ini dilakukan atas prakarsa warga sendiri. Dengan mengikuti program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan cat Pacific Paint dan menghabiskan biaya non-APBD Rp 300 juta, 10 ribu liter cat, dan melibatkan 120 seniman. “Di sini saja sudah ada sampai 1000 orang per tiga bulan yang datang ini tentunya jadi hal yang menarik dan bagus,” kata Rizal.

Bahkan, Kelurahan Babakan berinisiatif akan membeli kapal wisata untuk melengkapi destinasi wisata di sana. “Ke depan kami juga akan membeli perahu atau kapal wisata untuk di Sungai Cisadane sebagai pelengkap destinasi wisata Kampung Bekelir ini. Nilai investasi pembelian perahunya sendiri mencapai Rp600 juta. Kapal ini berukuran 4×10 meter dan memiliki daya tampung 40 orang,” ujar Lurah Babakan Abu Sofyan.

Selain itu, ada Taman Burung Perak yang terletak di Jalan M Yamin Cikokol. Taman ini berbentuk sangkar besar dengan beberapa kandang burung di dalamnya. Di mana ada 150 ekor burung dari 15 jenis. Burung-burung tersebut berasal dari endemik Jawa seperti Jalak Suren, Pancawarna, Merpati Kipas, dan sebagainya.

Tak ketinggalan, ada Jembatan Berendeng yang menjadi penghubung antara wilayah Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci.  Selain untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalan Daan Mogot dan KS Tubun, jembatan yang dibangun dengan nilai investasi Rp33 miliar rupiah ini dilengkapi dengan flying deck kaca yang bisa dimanfaatkan masyarakat kota Tangerang untuk mengabadikan momen di atas Sungai Cisadane dengan sensasi yang berbeda.

 

Masih Minim Fasilitas Umum

Keberadaan wisata baru di Kota Tangerang rupanya masih banyak ditemui kekurangan. Beberapa fasilitas objek wisata baru kurang dilengkapi fasilitas umum, seperti toilet kotor, hingga lahan parkir yang kurang memadai.

Berdasar pantauan Info Tangerang beberapa tempat wisata, seperti Kampung Bekelir masih kurang adanya tempat untuk memarkirkan kendaraan. Menurut Nurul Istiqomah (22) salah satu wisatawan asal Kota Serang. Lahan parkir di beberapa tempat wisata di Kota Tangerang masih kurang memadai. “Seperti di Kampung Bekelir saja saya sering susah parkir dan takut kalau parkir sembarangan. Akhirnya saya taruh mobil suka di sembarang tempat yang rame asal aman,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu perlu diperhatikan untuk kemajuan tempat wisata di Tangerang sendiri. Mengingat tempat wisata seperti Kampung Bekelir sangat indah dan baik. Maka harus ditunjang dengan lahan parkir yang juga memadai. “Jangan sampai wisatawan malah tidak bisa parkir dan tidak bisa masuk untuk menikmati wisata disana,” kata mahasiswa Untirta ini.

Menangkapi hal tersebut, Lurah Babakan Abu Sofyan mengakui masih kurangnya lahan parkir jadi kendala utama di Kampung Bekelir. Pihaknya akan menyiapkan lahan parkir di tempat tersebut. “Nanti akan disiapkan di depan Kampung Bekelir untuk kendaraan roda dua dan empat berapa luas dan panjangnya belum kita tentukan,” tukasnya.

Sementara Kabid Pariwisata Pada Dinas Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridhollah mengaku siap memperbaiki segala fasilitas yang ada di Kampung Bekelir agar wisatawan bisa semakin meningkat.  “Kita akan siapkan fasilitas terbaik bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat wisata di Tangerang. Wisatawan harus disambut agar betah memanjakan diri liburan dan wisata di kota kita tercinta ini,” tukasnya.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk menjaga objek wisata dinilai masih kurang. Beberapa waktu lalu, saat Jembatan Berendeng diresmikan ada beberapa oknum yang berusaha mencorat-coret jembatan sehingga mendapat teguran keras dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. “Ini juga mesti dijaga jangan sampai fasilitas dan tempat wisata banyak yang rusak akibat tangan jahil dari yang ngakunya wisatawan atau orang local yang justru merusak tempat wisata baru di Kota Tangerang,” ucap Teguh (21) warga Karawaci.

 

Dongkrak Perekonomian Warga Sekitar

Adanya wisata baru di Kota Tangerang ternyata membawa dampak positif warga sekitar. Warga ikut berpartisipasi memanfaatkan keberadaan wisata baru tersebut dengan berjualan aneka produk khas Tangerang. Hal ini mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Contohnya Anis (31), salah satu warga Kampung Babakan. Dia mengaku adanya wisata Kampung Bekelir di wilayahnya, mampu mendokrak perekomian keluarganya. Sebab, dia memanfaatkan kerja sama Pemerintah Kota Tangerang yang mendorong warga sekitar untuk menjajakan oleh-oleh khas Tangerang kepada pengunjung.

“Saya rasa sangat terbantu dengan adanya kerja sama dari kelurahan. Ini tentunya membantu ekonomi warga. Dalam sebulan saya mampu meraup omzet Rp 2 juta,” ucapnya.

Lurah Babakan Abu Sofyan mengapresiasi adanya kerja sama dari warga sekitar untuk memajukan wisata dengan produk olahan lokal. “Allhamdulillah dengan diizinkannya warga jualan kini banyak warga yang bisa menghidupi keluarganya dengan jualan oleh-oleh. Bahkan kita punya koperasi Babakan dan Kampung Bekelir untuk warga agar bisa menjual barang dagangannya serta meminjam uang untuk usaha oleh-oleh di kampung Bekelir, ” ujar Lurah Babakan Abu Sofyan.

Di tempat terpisah, Kabid Pariwisata Pada Dinas Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridhollah mengaku siap untuk bekerja sama dengan para warga di sekitar tempat wisata untuk bisa menjual berbagai macam produk dari usaha mereka sendiri. Terlebih kini banyak UKM yanh berdiri karena pariwisata di Kota Tangerang.

“Wisata dan UKM harus jadi berkesinambungan. Saya sudah tekankan pada warga sekitar tempat wisata untuk bisa usaha meski hanya jadi UKM tapi ini bisa meningkatkan ekonomi warga terutama yang tidak mampu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati berharap, kehadiran tempat wisata baru di Kota Tangerang juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat di wilayah tersebut untuk untuk hidup mandiri dengan berwirausaha.

“Kami ingin pemerintah daerah untuk bisa membangun kerja sama dengan masyarakat untuk peningkatan UKM juga dari tempat wisata. Apalagi di Kota Tangerang ini jiga tempat wisata sama makanannya banyak ini bisa jadi sinergitas yang baik, ” katanya. (sumber: Infonitas.com)

Share This